Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Tuesday, July 6, 2010

Introducing : Ko-Ass

Oke, inilah saat-saat yang gue tunggu-tunggu...menjadi Ko-ass (entah pake "ko" atau "co"). Setelah resmi di yudisium pada tanggal 6 Pebruari (bener lho tulisnya gitu, jd bukan salah gue) 2010, gue dan temen-temen sejawat gue akhirnya naik peringkat dari mahasiswa polos yang belum mengenal dunia rumah sakit menjadi seorang praktisi kesehatan yang tangguh. Kenapa gue tulis "tangguh"? mari kita simak dari definisi Ko-Ass yang akan gue jelaskan dibawah ini.

Ko-ass (atau bisa juga Co-ass) yang bukan berarti "wakil dari pantat" adalah kepanjangan dari Ko-assisten. Umumnya tugas Ko-ass adalah membantu dokter bekerja (baik yang umum maupun spesialis) dan belajar mencari pengalaman atas ilmu yang kami dapatkan di Pre-Klinik (Mahasiswa). Program kepanitraan klinik ini adalah pendidikan lanjutan bagi para calon dokter untuk mencapai gelar "dokter umum".

Hidup di dunia kedokteran tidaklah seperti yang dibayangkan temen-temen kita yang masuk ke program study laennya. Umumnya mereka saat mendengar kita masuk kedokteran responnya adalah sebagai berikut :

"Wiiih, keren, sob!!!Kedokteran!!!!Selamat ya...tar jadi dokter gue pengobatan gratis ya??!!!"
"Wew, Maw, gile lu masuk kedokteran!!!!Keren banget!!!Salutlah gue!!!!"
"Anj****zz, calon dokter euy, gayaaa...."
"Maw, tar lulus jadi dokter pribadi keluarga gue ya..." (buhsyet dah dicarter)

atau juga ada yang mengajak kenalan di Friendster, Facebook, atau Twitter (emang udh ada ya dulu?) sebagai berikut :

"Hey, salam kenal ya...wuih gaya lho kedokteran...tar inget-inget aku ya" (ketemu aja belum coba)
"Hallo, lam nal...Anak kedokteran ya?add aku yaa..." (umumnya cewe pada pake bahas sopan)
"Approve friend request aku ya,,,,anak kedokteran?udh punya pacar belum? :p" (aneh lho, sumpah!!!)

Yah, kira-kira begitulah tanggapan orang-orang yang tau kita masuk ke dunia kedokteran. Umumnya mereka semua melihat prospek cerah untuk masa depannya, tapi mereka ga liat bagaimana prosesnya kami untuk mencapai gelar "dokter umum".

Setelah tiga setengah tahun kami menimba ilmu di kancah dunia persilatan (baca : kedokteran-red). kami akan diwisuda dengan gelar S.Ked atau Sarjana Kedokteran dan dianggap sudah dapat memenuhi kriteria untuk mengaplikasikan ilmu kami di dalam rumah sakit sambil dibimbing oleh senior-senior kami (para dokter) untuk mencapai gelar "dokter umum". Saat ini gue dan temen-temen belum boleh praktek dan harus menyelesaikan program ini dulu agar bisa praktek.

Program Kepanitraan di rumah sakit ini kami jalani selama kurang lebih dua tahun (bisa kurang atau lebih tergantung manusianya sendiri). Di sini kami diberi gelar dokter muda oleh para perawat (tapi ada juga sih yang manggil ko-ass) dan respon perawat berbeda-beda tergantung dimana, kapan, bagaimana, dan apa yang kita lakukan di Bagian yang kita masuki (serius lho, kadang ada yang rese dan ada yang baik). Selama kepanitraan, kami berotasi kesetiap bagian dan menyerap ilmu-ilmu yang diberikan oleh para guru kami (dokter-red). Peserta diharuskan berkemeja rapi, dasi (terkadang), menggunakan jas putih, dan menggunakan name tag serta mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di setiap rumah sakit yang kami masuki.

Di sinilah banyak peristiwa-peristiwa lucu nan gokil, bodor nan biadab (lho?), goblok nan aneh yang sering terjadi. pengalaman-pengalaman ini bisa didapat di dokter senior, perawat, temen yang satu stase (bagian-red), bahkan pasien dan keluarga pasien. jadi di sini kami tidak hanya mempelajari mengenai ilmu kedokteran tetapi juga kehidupan, sosialisasi, dan suka-duka dunia kedokteran.

Tulisan ini gue persembahkan buat temen-temen gue, para pembaca, dan para calon dokter lainnya, rekan sejawat dan sepenanggungan agar kita bisa teringat lagi akan banyaknya hal-hal konyol yang kita dapatkan di ko-ass ini hingga kelak kita menjadi dokter. Harapan gue, pandangan orang akan kedokteran tidak lagi seperti dulu dan bisa lebih terbuka, sehingga saat kelak menjadi dokter tidak ada niat untuk "membalas dendam" kepada junior kita karena kita pun pernah melakukan hal-hal tersebut.

Buat semua ko-ass yang sedang menjalani program kepanitraannya, nikmatilah saat-saat tersebut. Karena semua itu akan berbekas dan menjadi kenangan tersendiri untuk kita semua. :))




Saturday, June 5, 2010

Psikopat - kenali dan pahami lebih dekat

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, VancouverKanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuhpemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat:
1.     Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.
2.     Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.
3.     Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.
4.     Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.
5.     Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.
6.     Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.
7.     Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.
8.     Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.

Akan tetapi, berdasarkan penelitian terbaru, Gejala tersebut direvisi menjadi :
  • Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologipsikiatri, kedokteranpsikologifilsafatpuisisastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
  • Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  • Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  • Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
  • Sikap antisosial di usia dewasa.
  • Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
  • Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  • Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  • Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  • Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
  • Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

Wednesday, February 10, 2010

INDIGO CHILD


Anak indigo atau yang sering dikatakan sebagai anak yang memiliki talenta pada indera keenamnya dan dianggap sebagai anak spesial yang memiliki kekuatan tersembunyi sebenarnya tidak dapat disamakan dengan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dan harus disekolahkan di lingkungan tertentu. Mereka sebenarnya sama dengan anak-anak biasa (atau kita sebut normal) dan dapat disekolahkan dilingkungan umum dengan catatan Orang tua dan Guru dapat bekerja sama dalam membantu menghadapi "kemampuannya".
Akan tetapi, sungguh disayangkan bahwa kebanyakan anak-anak indigo disembunyikan oleh orang tuanya agar tidak diketahui orang. Umumnya anak-anak ini dianggap memiliki "sesuatu" yang berlebihan oleh orang tuanya dan ditekan agar anak tersebut "menghilangkan" kebiasaannya. Begitu juga dengan guru di sekolahnya. Guru pun tidak boleh langsung memutuskan bahwa anak yang memiliki suatu "kelainan" atau "keistimewaan" adalah anak-anak Indigo. Mereka harus bisa mendekatkan diri dengan anak tersebut dan mencari tahu apakah benar anak tersebut memiliki "keistimewaan" untuk masuk ke dalam kriteria anak Indigo ataukah karena ada masalah yang dialami pada lingkungan hidup sang anak (misalnya perlakuan keluarganya atau temannya), karena tidak jarang anak-anak kecil zaman sekarang memiliki gangguan mental dan jiwa akibat lingkungan hidupnya yang keras. Hal-hal di ataslah yang mendasari terjadinya "fenomena gunung es" pada kasus anak-anak indigo.

Sifat-sifat anak Indigo berbeda dari anak-anak lain
Sifat anak Indigo bukanlah suatu GEJALA penyakit, oleh karena itu tidak tercantum dalam WHO maupun badan kesehatan lainnya. Keadaan Indigo bukanlah SAKIT, sehingga tidak ada yang dinamakan DASAR DIAGNOSA dan TERAPI untuk anak-anak ini. Bahkan dalam keadaan sehat dan sakit, mereka sama dengan anak-anak non-indigo. Cara menolongnya adalah dengan pembinaan kepada dirinya, orang tuanya dan lingkungan sekitarnya terutama yang belum mengetahui anak-anak indigo.

Sifat Umum Yang Dimiliki Anak-anak Indigo
  1. Cerdas (High average)
  2. Dapat melakukan sesuatu yang belum pernah diajarkan (Serendepity)
  3. Pembicaraan dan pemikirannya jauh melampaui anak sebayanya (seringkali dianggap aneh oleh rekan sebayanya)
  4. Dapat "membaca" perasaan, kemauan dan pemikiran orang lain
  5. Dapat merasakan keberadaan makhluk halus
  6. Dapat mengetahui suatu kejadian yang akan datang (umumnya lewat mimpi), termasuk tentang dirinya
  7. Lebih tertarik pada hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan, dan
  8. Kebanyakan diperkirakan lahir serempak pada tahun 2000 yang disebut sebagai The Aquarian Age atau The New Age

Hal utama yang perlu dipikirkan dalam pembinaan anak indigo adalah
  • Hadapi dengan jujur dan jangan direkayasa atau disembunyikan
  • Gunakan pendekatan secara benar dan menyeluruh agar tercapai apa yang diinginkan
  • Hargai dan kembangkan "sesuatu" yang dimilki mereka, dan
  • Beri pemahaman diri tentang siapa dan bagaimana mereka serta cara untuk menghadapi masalah mereka bila ditemukan suatu kendala dalam kehidupannya.
Hal Yang Ingin Saya Kemukanan Dalam Tulisan ini :
"Janganlah kamu menjauhi manusia lain hanya karena mereka berbeda atau memiliki 'sesuatu' yang lain. Akan lebih baik bila kita membantunya mengembangkan hal tersebut agar dapat berguna bagi bangsa dan kemanusiaan"